Filosofi & Peran Advokasi untuk Gerakan Mahasiswa

Advokasi merupakan serangkaian tindakan sistematis dan terorganisir yang dilakukan untuk mempengaruhi dengan tujuan mengubah kebijakan publik. Advokasi juga sebagai salah satu unsur pergerakan. Sejauh ini fungsi advokasi tidak terbatas namun, dapat dirangkai beberapa fungsi yaitu untuk mengubah suatu kebijakan, memberikan masukan atas suatu kebijakan, melakukan negosiasi, menyerap aspirasi, melakukan pendampingan, dan melakukan audiensi.
Tujuan advokasi sendiri ialah agar terciptanya perubahan kebijakan, peraturan-peraturan, dan dukungan sumber daya untuk memecahkan isu tertentu.

  • Harus tanpa adanya kekerasan

Dalam melakukan advokasi seseorang tidak diperkenankan dengan kekerasan karena tujuan dari advokasi ialah memecahkan isu atau permasalahan. Jika di advokasi disertai dengan kekerasan maka akan menambah masalah bukan memecah masalah.

  • Partisipatif

Dalam melakukan advokasi harus disertai partisipasi dari masing-masing orang yang ikut serta agar proses pengadvokasian dapat berjalan dengan lancar.

  • Non Diskriminatif

Dalam melakukan advokasi tidak diperkenankan adanya diskriminasi dari suatu kaum tertentu.

  • Kesetaraan gender

Dalam menciptakan suatu keadilan adanya kesetaraan gender sangat diperlukan agar tidak terjadi suatu ketimpangan.

  • Transparan

Artinya tidak ada yang ditutupi dalam melakukan advokasi, semua pihak yang terlibat dalam masalah tersebut harus terbuka akan masalah tekait.

  • Akuntabilitas

Apabila seseorang telah memutuskan untuk terlibat dalam pengadvokasian maka ia juga harus bertanggungjawab apapun yang ia lakukan.

Setelah semua prinsip diatas terpenuhi maka, apabila menginginkan advokasi berjalan dengan lancar dan sesuai maka, dalam advokasi harus disetai dengan motivasi, kompak, independent, kreatif,dan sadar akan resiko yang dihadapi. Berikut ini beberapa Langkah-langkah dalam advokasi yang berhasil penulis rangkum:

1. Identifikasi dan memahami masalah

Daftar tolak ukur analisis isu strategis:

  • Aktual  : apakah isu ini sedang menjadi pusat perhatian?
  • Urgensi : apakah isu ini mendesak?
  • Relevansi : apakah isu ini sesuai kebutuhan?
  • Kesesuaian : dapatkah kita konstituen berpartisipasi dalam isu ini?
  • Sensitivasi : apakah isu ini aman dari dampak sampingan?

2. Pengumpulan data advokasi

Pengumpulan data ini bermanfaat untuk mengidentifikasi dan memilih masalah serta dikembangkan dalam tujuan advokasi, mempengaruhi pembuat kebijakan, dan memperluas basis dukungan.

3. Melakukan analisis SWOT

Metode perencanaan menggunkan analisis SWOT dirancang untuk membantu mengidentifikasi kekuatan internal dan ancamam dalam melakukan advokasi.

4. Menggalang dukungan

Menggalang dukungan bisa dilakukan dengan membuat kerjasama dengan institusi atau organisasi yang memiliki tujuan yang sama. Semakin besar dukungan semakin besar peluang keberhasilan.

5. Rencana strategis

  • Rencana implementasi : tujuan yang akan dicapai perkegiatan, waktu pelaksanaan, oleh siapa melakukan apa, serta informasi apa yang mendukung.
  • Anggaran kegiatan, sumber daya yang diperlukan, biaya logistik dan biaya lainnya.

6. Pelaksanaan

Dalam advokasi dapat dilakukan dengan :

  • Legislasi, upaya yang dilakukan adalah dengan legislatif dengan membangun payung hukum.
  • Birokrasi, dilakukan untuk mengusulkan dan memperbaiki tata laksana suatu peraturan atau payung hukum di level eksekutif (melalui lobby,mediasi, audiensi, kapasitasi) sehingga terjadi peningkatan pelayanan.
  • Sosialisasi dan mobilisasi, dibangun untuk membangun suatu budaya dimasyarakat sebagai stakeholder melalaui pengembangan komunikasi partisipatif, pengalanggan dukungan basis masa, tekanan sosial.

Advokasi gerakan mahasiswa ada 2 yaitu: advokasi kemahasiswaan, adalah advokasi yang dilakukan dalam lingkup kampus dan advokasi kemasyarakatan yaitu advokasi yang mendampingi isu-isu di tengah masyarakat.

 

Penulis : Ical Purnamasari

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *