Hari Buruh Dalam Sejarah Indonesia

Hari buruh Internasional atau yang lebih dikenal dengan May Day diperingati setiap tanggal 1 Mei. Pemerintah menetapkan Hari Buruh sebagai hari libur nasional. Awal mula terbentuknya hari buruh terjadi di Amerika Serikat, dimana pada tanggal 1 Mei 1886 ribuan buruh melakukan pemogokan kerja yang bertujuan untuk memperjuangkan hak-haknya. Dimana pada saat itu buruh-buruh diperlakukan tidak adil dengan jam kerja 16 jam per harinya. Sehingga, mereka melakukan perlawanan dengan mengadakan aksi demonstrasi yang berlangsung selama empat hari.

Demontrasi ini diikuti dengan mogok kerja masal oleh ratusan ribu buruh. Namun karena adanya hujan deras saat itu, yang awalnya aksi demonstrasi diikuti ratusan ribu buruh hanya tinggal ratusan saja. Adanya aksi tersebut sekitar 180 polisi melakukan pembubaran aksi demontrasi. Para demontran awalnya berusaha menjelaskan kepada polisi untuk melakukan aksi damai. Namun, karena kondisi yang memanas polisi bersikeras membubarkan para demonstran. Hingga akhirnya terjadi insiden penembakan yang diawali dengan meledaknya bom secara tina-tiba yang melukai 200 orang dan menewaskan beberapa orang. Tercatat empat orang dari barisan buruh tewas dan 100 orang ditahan. Sejak saat itu tanggal 1 Mei menjadi tanggal bersejarah sebagai momentum perjuang para buruh.

Dengan munculnya aksi ini membuat negara lain ikut melakukan pemogokan kerja oleh para buruh termasuk di Indonesia. Hari buruh di Indonesia terjadi di era kolonial pada tanggal 1 Mei 1918. Pada tahun 1910-1912 terjadi kenaikan harga kebutuhan sehari-hari yang tidak sesuai dengan kenaikan upah. Ketika memasuki Perang Dunia I, ekonomi para buruh semakin menurun. Pada saat itu negara mengalami inflasi dan para pengusaha Eropa meminta keuntungan yang sangat tinggi atas ekspor perkebunan dari Indonesia. berawal dari tulisan Adolf Baars, seorang tokoh sosialis Belanda yang mengkritik harga sewa tanah milik buruh terlalu murah untuk dijadikan perkebunan yang menyebabkan para buruh bekerja dengan upah tidak layak. Ketika perang dunia I berakhir, pendapatan buruh pun harus dikurangi karena mereka wajib membayar pajak. Sehingga, pendapatan para buruh semakin menurun.

Pada era kolonial Belanda, terjadi pemotongan gaji buruh kereta api. Hal ini menyebabkan buruh kereta api mengalami mogok kerja. Kondisi ini berhasil menyebabkan pemutusan hubungan. Namun aksi tersebut mendapat ancaman dari pemerintah berupa pemecatan jika aksi masih tetap dilakukan. Hingga akhirnya tahun 1926 pringan hari buruh ditiadakan.

Perayaan hari buruh nasional kembali diadakan sejak Indonesia Merdeka. Pada tanggal 1 Mei 1946 Kabinet Sjahrir membolehkan dan mengizinkan perayaan hari buruh. Untuk mensejahterakan para buruh pemerintah telah membuat beberapa UU yang mengatur tentang pekerjaan buruh. Pada tanggal 20 April 1948, pemerintah menetapkan UU No 12 tahun 1948 tentang Kerja. Dalam UU tersebut berisikan bahwa pada tanggal 1 Mei seluruh buruh dibebaskan dari kewajibannya bekerja dan adanya perlindungan terhadap perempuan baik ibu menyusui, haid, dan cuti melahirkan. Hadirnya undang-undang tersebut menarik berbagai aksi dari para buruh di Indonesia. Pemogokan kerja dilakukan oleh para petani dan para buruh untuk upah yang mereka dapat. Pada tahun 1950, buruh meuntuk haknya untuk mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). Hingga akhirnya pemerintah mengeluarkan Peraturan Kekuasaan Militer Pusat Nomor 1 Tahun 1951 yang menjadi awal interaksi militer dalam masalah perburuhan.

Pada saat itu buruh dikatakan sebagai seseorang yang bekerja di sebuah perusahaan baik itu swasta maupum pemerintah dengan tujuan untuk memperoleh upah dari hasil jasa yang telah mereka lakukan. Namun pada tahun 1954 dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. 31 tahun 1954 yang menegaskan bahwa buruh adalah tenaga kerja pada perusahaan swasta. Sama halnya dengan negara lain, di Indonesia para buruh selalu dipaksa bekerja dalam waktu 14-18 jam per hari. Mereka tidak boleh cuti dengan alasan apapun, tidak diperlakukan dengan adil, dan mendapatkan upah yang tidak sesuai tenaga yang mereka berikan.

Hari buruh saat orde lama telah diapresiasikan oleh pemerintahan Soekarno. Hal itu dibuktikan dengan pidato Presiden Soekarno pada tanggal 1 Mei 1965 di Jakarta. Ia mengatakan bahwa perjuangan politik paling minimum gerakan buruh adalah mempertahankan politieke toestand, yakni sebuah keadaan politik yang memungkinkan gerakan buruh bebas berserikat, berkumpul, mengkritik, dan berpendapat. Selanjutnya Bung Karno mengatakan gerakan buruh harus melakukan machtsvorming, yaitu proses pembangunan atau pengakumulasian kekuatan. Akan tetapi apa yang telah dikatakan Soekarno tidak dilaksanakan. Sehingga, Soekarno kecewa terhadap para buruh karena lebih mementingkan organisasi mereka. Hampir semua serikat buruh mengalami perpecahbelahan akibat kegagalan mengelola konflik internal organisasi.

Pada masa Orde Baru, hari buruh di sangkut pautkan dengan paham komunis PKI. Yang akhirnya perayaan hari buruh tidak diperbolehkan lagi di Indonesia. Pada tahun 1960 pun istilah buruh diganti dengan istlah karyawan. Diambil dari kata karya “kerja” dan wan “orang”. Presiden Soeharto juga mengganti nama Kementrian Perburuan menjadi Departemen Tenaga Kerja. Serikat buruh pun dimusnakan pada masa orde ini. Selama masa Orde ini buruh mengalami mogok kerja dan mereka juga meminta untuk mendapatkan keadilan.

Hingga masa reformasi, hari buruh kembali dirayakan setiap tahunnya. Pada era ini BJ Habibie sebagai presiden pertama di era reformasi melakukan retifikasi konvensi ILO Nomor 81 tentang kebebasan berserikat. Pada era ini seluruh serikat buruh menyatu dalam federasi buruh seluruh Indonesia (FBSI) yang kemudian berubah menjadi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Namun, organisasi tersebut dinilai tidak independen karena dekat dengan pemerintah dan didanai oleh pemerintah. Memasuki era reformasi ini, mulai banyak tuntutan yang dilakukan dengan aksi demontrasi oleh para buruh bahkan mahasiswa. Mereka menuntut bahwa setiap tanggal 1 Mei dijadikan hari libur nasional.

Pada era Susilo Bambang Yudoyono, tuntutan terus terjadi. Para buruh dibantu mahasiswa menuntut revisi UU Ketenagakerjaan hingga jaminan sosial. Hal itu menghasilkan dikeluarkannya jaminan kesehatan berupa BPJS Kesehatan hingga BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian pada tahun 2013, SBY menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional. Pada tahun-tahun berikutnya setiap tanggal 1 Mei para buruh melakukan aksi demo untuk menuntut hak nya. Pada tahun 2014 ribuan buruh berduyun-duyun memadati jalan-jalan protokol di Jakarta. Mereka menagih janji SBY untuk mensejahterakan buruh di dekat kawasan industri.

Hingga saat ini kondisi Buruh masih sangat memilukan. Dari disahkannya RUU Cipta Kerja tahun lalu yang menyebabkan demo besar-besaran disetiap kota dari mulai para buruh hingga mahasiswa. Namun, demo tersebut tidak merubah keputusan pemerintah. Dimana RUU Cipta Kerja dinilai tidak mensejahterakan buruh di Indonesia. Hingga peringatan Hari Buruh 1 Mei tahun 2021 saat ini, para buruh dan mahasiswa tetap melakukan aksi demonstrasi dengan tuntukan pencabutan RUU Cipta Kerja. Kesimpulannya sampai saat ini buruh di Indonesia dinilai belum mendapatkan kesejahteraan dan kehidupan yang layak.

Ditulis oleh: Salsabila Mutiara Artanti & Anggun Puspitasari

Referensi:

Hak Asasi Manusia : Studi Hak-hak Buruh di Indonesia Human Right : Study About Labor Right In Indonesia, winda Roselina Effendi, Dimensi, Vol 6 No 1, 106- 125, januari 2017, https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=HAK+ASASI+MANUSIA+%3A+A+STUDY+ABOUT+LABOR+RIGHT+IN+INDONESIA&btnG=#d=gs_qabs%u=%23p%3DmV2Q9sh3tPQJ

Sejarah Hari Buruh dan Perkembangannya di Indonesia, https://glints.com/id/lowongan/sejarah-hari-buruh/#.YIyaBRiyQ0M

Hari Buruh, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hari_Buruh

Pergerakan Buruh Indonesia, https://nationalgeographic.grid.id/amp/13290257/pergerakan-buruh-indonesia

Dikotomi Buruh dan Pemberdaya, http://kotaku.pu.go.id:8081/wartaarsipdetil.asp?mid=6693&catid=2&

Sejarah Hari Buruh di Indonesia, https://beritagar.id/artikel/berita/sejarah-hari-buruh-di-indonesia

Sejarah Orde Baru Melarang Peringatan Hari Buruh, https://tirto.id/sejarah-orde-baru-melarang-peringatan-hari-buruh-ePJi

Sejarah Hari Buruh di Indonesia, dulunya dilarang kini jadi hari libur nasional, https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/30/212338465/sejarah-hari-buruh-di-indonesia-dulunya-dilarang-kini-jadi-hari-libur?page=1

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *