Krisis Kualitas Pendidikan di Indonesia

Krisis pendidikan di Indoneisia sudah tidak asing lagi bagi kita,khususnya di zaman sekarang ini ditambah kondisi Indonesia yang sedang pandemi dimana pembelajarannya tidak seperti biasanya yaitu menggunakan Daring padahal tidak semua orangtua siswa bisa mengakses Internet menggunakan android bahkan banyak siswa yang menyerah dan  putus sekolah.Orang menyebut zaman ini adalah zaman krisis. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun1998, ditambah dengan krisis ekonomi global yang baru-baru ini terjadi di masa pandemi yang tidak kunjung selesai sehingga berdampak pada semua bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan.

Berbicara tentang pendidikan di Indonesia, tidak akan lepas dari pemikiran tentang krisis pendidikan yang di sebabkan oleh krisis ekonomi global yang terjadi. Biaya pendidikan yang semakin melambung tinggi membuat banyak sekali anak-anak yang mengalami putus sekolah karena terhambat dalam sisi ekonomi maupun minimnya keterampilan dalam akses pembelajaran  menggunakan Android.  Hal ini adalah masalah besar yang di hadapi Indonesia, karena dengan adanya krisis pendidikan yang semakin merajalela ini akan membuat indonsia semakin di remehkan oleh Negara lain.

Dengan banyaknya anak yang putus sekolah dan tidak melanjutkan mengenyam pendidikan akan membuat SDM di Indonesia semakin tertinggal jauh kualitasnya dengan Negara-negara maju seperti amerika dan eropa.

Pemerintah Indonesia sudah berusaha untuk meningkatkan kualitas  pendidikan dengan berbagai kebijakan yang di buat, tetapi hal tersebut belum juga mampu menaikan mutu pendidikan di Indonesia. Meskipun belum mampu meningkat secara signifikan tetapi sedikit demi sedikit mutu pendidikan akan meningkat jika pemerintah menjalankan kebijakan dengan sebenar-benarnya tanpa ada penyimpangan ataupun kejanggalan terhadap masyarakat. Tetapi  sampai saat ini terutama di masa pandemi seperti ini , pemerintah masih belum mampu menjalankan kebijakannya dengan sempurna , anak-anak sekolah masih berkecimpung dengan game online akibat sekolah masih dilaksanakan dengan daring.

Hal tersebut semakin menurunkan tingkat anak-anak yang mampu bersekolah ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Dilihat dari Kompas, rabu 11 maret mencatat sekitar 1,2 juta siswa di Jawa Barat putus sekolah karena permasalahan biaya , terbatasnya sarana pendidikan , kurangnya wawasan terhadap akses pembelajaran melalui Android. Sementara di NTTtercatat ada sekitar 40.000 siswa tidak melanjutkan sekolah karena masalah biaya.

Dari penjelasan artikel diatas dapat dilihat betapa rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, dengan segala kekurangan yang ada seperti biaya yang mahal, sarana dan prasana yang sangat minim , kurangnya keterampilan terhadap akses internet bagi orangtua . kurangnya sosialisasi di daerah pedalaman sehingga anak-anak yang di pengalaman tidak mengerti betapa pentingnya pendidikan.

Seharusnya dari pihak pemerintah memerhatikan kondisi pendidikan dimasa pandemi sekarang ini seperti pembagian lokasi tempat belajar setiap kelompok agar mereka walaupun  tetap ada dan meenerima pemberian materi oleh guru.

Tanggung jawab untuk mencari solusi krirsis pendidikan ini bukan hanya ada di pemerintah, kita sebagai anak bangsa juga harus mampu memberikan kontribusi untuk anak-anak Indonesia. Karena anak-anak adalah aset bagi sebuah Negara dan harapan bangsa. Kita generasi bangsa harus bisa , jangan pernah pupus keinginan untuk terus melanjutkan pendidikan demi tercapainya cita-cita.

Pemerintah dan anak bangsa harus bekerja sama mencari solusi dan menyesaikan masalah krisis pendidikan yang masih terjadi sampat saat ini, dengan berbagai upaya, dengan membuat beberapa kebijakan dan menjalankan dengan sebaik-baiknya. Anak bangsa juga harus membantu pemerintah untuk menjalankan berbagai kebijakan yang di keluarkan pemerintah dan tentu saja mengawasi berjalanya kebijakan tersebut.

Salah satu upaya pemerintah adalah menaikan subsidi pendidikan, dengan dinaikannya subsisdi pemerintah berharap semua anak Indonesia dapat bersekolah tanpa memikirkan biaya yang mahal lagi. Tapi pada kenyataannya subsidi tersebut tidak merata pembagiannya,sehingga masih banyak anak-anak di daerah pedalaman yang belum mampu bersekolah. Disinilah tugas anak bangsa untuk membantu persebaran mengawasi subsidi biaya pendidikan ke seluruh daerah yang ada di Indonesia. Terkadang juga banyak lokasi sekolahnya jauh dari pedesaan , mereka butuh waktu yang lama dalam perjalanan menuju sekolah , dan akses sinyal internet di pedasaan tersebut sangat susah bahkan tidak ada. Bagaimana kondisi pendidikan mereka yang saat ini masih daring sedangkan akses sinyal di daerah tersebut sangat susah?

Harapan saya adalah agar Indonesia menjadi Negara yang lebih maju dengan meningkatkan mutu pendidikan dan menghilangkan krisis pendidikan yang ada, agar semua anak Indonesia mampu mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi sehingga dapat memperbaikin kualitas SDM kita agar mampu bersaing dengan SDM Negara-negara maju.

GENERASI BANGSA PASTI BISA.

 

Penulis: Refi Agustina

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *