Makna Sesungguhnya Hari Kemenangan

Setelah satu bulan penuh menahan godaan mata, hati, mulut dan telinga, tidak ada yang lebih hebat dari pada merayakan hari raya kemenangan. Suka cita, kegembiraan, dan ikatan silaturahmi akan sangat terasa di momen tersebut. Setiap umat muslim tentunya juga merindukan dengungan takbir yang nantinya menandakan datangnya hari raya umat Islam sedunia. Dimana bulan yang mulia dan hanya bisa di temui satu tahun sekali dan belum tentu umur akan mencapainya lagi. Idul Fitri yang menurut orang-orang sebagai hari kemenangan ini merupakan puncak klimaks dalam mengekspresikan kebahagiaan, di hari itu umat islam saling berkumpul, bersilahturahmi untuk merayakan idul fitri.

Namun, dibalik itu semua ada hal-hal yang patut kita renungkan juga yaitu makna dari kemenangan di hari Raya Idul Fitri. Bagaimana eksistensi kemenangan hari Raya Idul Fitri dan bagaimanakah seharusnya hari Raya Idul Fitri dirayakan. Ketika kita melihat di media sosial ataupun surat kabar dan media informasi lainnya, pastinya kita akan menemukan slogan yang bertuliskan penyebutan Idul Fitri sebagai hari kemenangan. Namun, mengapa Idul Fitri disebut hari kemenangan?, apakah kemenangan dalam memakai baju baru?, kemenangan karena tidak berpuasa lagi?, atau bahkan kemenangan-kemenangan lainnya yang telah dicapai setelah satu bulan melakukan ibadah puasa?.

Jika diulas kembali, hari kemenangan itu justru terletak di awal Ramadhan, karena kita berhasil mencapai bulan penuh berkah ini. Kita berhasil menemui masa dimana setan-setan dibelenggu dan pahala dilipat gandakan. Ramadhanlah hari-hari penuh kemenangan dan suka cita, rezeki berlimpah dan aneka kesenangan lainnya. Sehingga saat bulan Ramadhan akan datang, para sahabat dan Rasulullah juga merasa gembira dan bahagia. Bahkan sejak bulan Rajab, kegembiraan itu sudah dirasakan. Sementara 1 Syawal merupakan hari penuh kesedihan dan kekalahan. Hari itu setan-setan dilepaskan dari belenggunya, ibadah dihitung normal kembali dan semua ibadah akan terasa begitu berat lagi, namun kita justru bersuka cita atas hal tersebut.

Kemudian bagi siapakah hari kemenangan itu? Mengapa Idul Fitri disebut sebagai hari kemenangan?. Ucapan Minail Aidin Wal Faidzin yang sering diucapkan oleh sesama umat muslim mempunyai makna “semoga kita termasuk orang-orang yang kembali memperoleh kemenangan” . Kemenangan yang dimaksud disini yaitu, kemenangan yang dimiliki oleh umat muslim karena telah berhasil melewati sebuah ujian kesabaran dalam menahan diri dan hawa nafsu setelah menuntaskan kewajibannya menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Oleh karena itu bagi yang telah menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh dengan baik dan khusyuk maka akan merayakan dan merasakan hari kemenangan dengan penuh kenikmatan. Sehingga arti dari kalimat atau makna kemenangan yang dimaksud yaitu kemenangan hati. Lebaran sendiri jika dimaknai bukanlah lebar dalam arti bangunan, lapangan ataupun halaman. Akan tetapi ‘lebar hati’ kita untuk saling memaafkan satu sama lain.

Arti pemahaman hari kemenangan adalah kembali ke Fitrah. Manusia yang bersih dari segala dosanya karena telah melaksanakan puasa Ramadhan satu bulan penuh dapat dikatakan sebagai fitrah atau suci. Sehingga dalam memahami kata “menang” disini dapat diartikan sebagai kemampuan umat muslim dalam menahan diri dan menahan hawa nafsu dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa dan juga mampu untuk menjauhkan diri dari segala hal yang dilarang oleh Allah SWT. Kemudian, dalam meraih kemenangan kita juga harus melihat kedalam diri kita, apa yang sudah kita raih, apa tujuan kita dan mengapa hari kemenangan dapat kita raih dan apakah amalan kita selama bulan puasa sudah cukup.

Musuh terberat dalam diri maunisia yaitu dirinya sendiri. Karena ketika mampu mengalahkan atau dapat mengontrol diri kita sendiri, maka kita akan mudah mengalahkan hal-hal yang lainnya juga. Hari kemenangan yang sesungguhnya lebih dari hanya sekedar suka dan cita. Namun, hari kemenangan harus dimaknai sebagai awalnya kita menjadi suci kembali. Adanya hari kemenangan inilah yang turut memotivasi kita untuk tekun berpuasa selama satu bulan penuh dan tanpa ingin untuk mengabaikan satu haripun. Kemudian disamping itu juga untuk menjalankan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT. Tentu saja hal tersebut di karenakan ingin mencapai puncak kemenangan di hari yang fitri. Semoga bulan Ramadhan tahun ini banyak makna yang dapat di ambil oleh kita dan semoga di hari Raya Idul Fitri tahun ini kita selalu lebih baik dari tahun-tahu yang telah usai.

Ditulis oleh: Annisa Shorea P

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *