Mantapkan PKD, PMII Rayon Ekonomi adakan Diskusi Pra PKD

PKD (Pelatihan Kader Dasar) merupakan suatu tingkatan kaderisasi formal kedua dalam suatu organisasi yang bernama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). PKD merupakan salah satu kegiatan pengembangan kepemimpinan formal PMII yang dilakukan untuk memberikan pertimbangan dan pemahaman kepada anggota PMII setelah mengikuti kegiatan Masa Orientasi Anggota Baru (MAPABA). Tidak hanya dalam pelatihan kader formal sebagai bagian dari proses pengkaderan, namun juga dalam kegiatan informal. Tujuannya untuk membentuk Kader PMII berkualitas Mujahid (Pejuang), yakni kader ideologis, loyal, militan serta memiliki komitmen dan integritas terhadap nilai-nilai PMII.

Sebelum melaksanakan PKD, PMII Rayon Ekonomi melaksanakan Diskusi PRA PKD terlebih dahulu, guna meningkatkan pengetahuan dan mengasah cara berfikir mereka. Kegiatan Diskusi PRA PKD dilaksanakan sebanyak 2 kali yang pertama dilaksanakan pada hari ini yaitu Rabu, 28 Februari 2024 di Halaman Gedung M FEBI UIN Walisongo Semarang. Kegiatan Diskusi Pra PKD 1 tersebut mengangkat tema “Aswaja Sebagai Haluan Organisasi” yang diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari para kader mujjahid PMII Rayon Ekonomi UIN Walisongo Semarang.

Kegiatan Diskusi kali ini dipimpin oleh pemateri hebat kita, sahabat Ainun Naim, S. Akun, yang membahas Aswaja (Ahlussunnah Waljamaah) secara garis besar, diantaranya yaitu konsep dari Aswaja bahwasannya Aswaja merupakan metodep keyakinan berlandaskan tauhid yang diterapkan dengan berlandaskan Aqidah, fiqih, Tasawuf sesuai yang diajarkan pada Pedoman kita yaitu Nash Al-qur’an, Al-hadist, Ijma’ dan Qiyas. Selanjutnya beliau membahas mengenai Nilai-nilai Aswaja yaitu ada Tasamuh, Tawasut, Tawazun, Ta’adl. Lalu sahabat Ainun Naim juga memberikan penjelasan mengenai implementasi Aswaja dalam diri kita agar kita menjadi kader yang Tangguh dan menjadi benteng Ketika ada Gerakan radikal yang terdapat pada lingkungan sekitar kita. Selanjutnya juga membahas mengenai ideologi aswaja dengan PMII serta Relevansi Aswaja pada masa sekarang.

Penulis : Siti Kalimah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *