Menyingkap Makna Gender: Bicara Tabu, Jangan Kaku

Gender adalah serangkaian karakteristik yang terikat kepada dan membedakan maskulinitas dan femininitas. Karakteristik tersebut mencakup jenis kelamin atau identitas gender. Gender merupakan seperangkat sikap, sifat, tanggung jawab, fungsi, hak dan perilaku yang dilekatkan pada perempuan dan laki-laki yang dibentuk secara sosial maupun budaya. Berbicara mengenai perbedaan Seks dan Gender. Seks adalah jenis kelamin atau segala sesuatu yang melekat pada diri seseorang dan bersifat kodrat dari lahir. Tidak boleh diubah atau ditukar. Bersifat menyeluruh untuk semua makluk sosial dan berlaku sepanjang masa, dimana saja, kapan saja. Contohnya adalah hanya perempuan yang bisa hamil dan hanya pria yang bisa menghamili. Sedangkan Gender adalah hal yang menjadi kebiasaan dan dipelajari bersifat konstruksi sosial atau dapat dirubah dengan kondisi sosial, bersumber dari manusia, bisa diubah dan dipertukarkan dan bersifat kontekstual. Contonya adalah perempuan dan laki-laki dapat bekerja sebagai guru, dokter, insinyur, dll. Perempuan dan laki-laki dapat mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mengasuh anak dan orang tua.

Kesetaraan Gender adalah kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan dan hak-haknya. Pembedaan gender di masyarakat, laki-laki : bersifat maskulin, berproduksi, ruang lingkupnya publik, dan sebagai pencari nafkah. Sedangkan perempuan : bersifat feminim, berreproduksi, ruang lingkupnya domestik, dan berperan sebagai pencari nafkah tambahan.

Adapun batasan dari gender yaitu:

  • Kodrat

Merupakan Sesuatu yang berasal dari Tuhan dan tidak bisa dirubah yang melekat pada setiap manusia,baik kecil,muda dan dewasa (tanpa memandang umur), contohnya perempuan reproduksi laki-laki produksi.

  • Syariat

Merupakan hukum dan aturan islam yang mengatur seluruh kehidupan manusia, baik muslim maupun non muslim. Contoh larangan seorang wanita adalah menjadi imam ketika solat.

  • Muamalah

Merupakan sebuah interaksi sosial anatara manusia yang satu dengan manusia lain. Contohnya persamaan hak laki-laki dan perempuan.

Permasalahan yang terjadi di era sekarang adalah perspektif mengenai wanita, wanita cenderung dianggap lemah, tidak mampu bekerja, tugasnya hanya di rumah saja, dan tidak dibutuhkan partisipasinya dalam beberapa hal. Hal itu salah kaprah, tidak semua wanita seperti itu, bahkan kebanyakan wanita adalah mampu bekerja dalam beberapa bidang sekaligus. Namun karena perspektif orang terutama laki-laki yang memandang perempuan lemah, menjadikan wanita kurang dibutuhkan dalam pekerjaan. Itulah yang perlu diluruskan untuk saaat ini dan seterusnya bahwa laki-laki jangan memandang sebelah mata terhadap perempuan dan perempuan harus berani menunjukkan kelebihannya.

Kesimpulan yang bisa diambil adalah semua orang baik laki-laki dan perempuan itu sama, tidak ada lagi anggapan bahwa wanita itu tidak bisa apa-apa. Justru wanitalah yang mampu mengerti setiap keadaan. Perlu adanya kesetaraan antara laki-laki dan permpuan agar terciptanya tujuan yang sama. Kerjasama antara perempuan dan laki-laki akan mendapat keberhasilan yang sukses.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *