Perekonomian Mulai Berantakan, Ekonomi Islam Solusinya

Ekonomi merupakan sesuatu yang sangat vital bagi Negara di seluruh dunia. Perekonomian dunia yang mulai berantakan karena adanya pandemic covid-19,
memaksa suatu Negara untuk mencari solusi dan alternative untuk mengganti sistem ekonomi yang ada. Sistem ekonomi yang mayoritas dipakai oleh Negara-negara maju mulai dipertanyakan untuk ketahanan ekonomi kedepannya. Agama Islam pun menawarkan solusi kepada dunia untuk menerapkan sistem ekonomi islam yang dirasa efektif dan bisa diterapkan di Negara-negara tanpa memandang suku, etnic, maupun agama.

Berdasar pada prinsip-prinsip syariat Islam, sistem ekonomi Islam digadang-gadang mampu menjadi solusi perekonomian dunia. Ekonomi Islam menawarkan berbagai alternative untuk menghadapi masalah-masalah ekonomi yang terjadi. Dengan menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan, sistem ekonomi Islam pun mampu meminimalisir kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat.

Keberadaan sistem ekonomi Islam bukan untuk bersaing dengan sistem ekonomi sosialis maupun ekonomi kapitalis. Tetapi, ekonomi Islam hadir untuk menawarkan sistem ekonomi yang mampu menjawab kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi sosialis maupun ekonomi kapitalis. Ekonomi kapitalis yang dianggap hanya mengutungkan kaum borjuis akan semakin menindas kaum yang ada di bawahnya atau yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin sengsara.

Ekonomi Islam yang menekankan keadilan, mengajarkan konsep yang unggul dalam menghadapi masalah-masalah ekonomi dibandingkan ekonomi
konvensional. Fakta ini telah diakui oleh banyak pakar ekonomi dunia, seperti Rodney Sakespeare (United Kingdom), Volker Nienhaus (Jerman), dan sebagainya.E

Ekonomi Islam adalah suatu ilmu yang mempelajari dan membahas segala aktivitas manusia dalam mengelola sumber daya manusia, alam, dan modal yang berdasarkan pada Al-Quran dan Hadits. Sedangkan sistem ekonomi Islam itu sendiri berarti sebuah sistem ekonomi yang dilakukan diatas nilai-nilai ilahiyah sebagai inti dari sistem ini.

Sistem ekonomi Islam yang sudah ada sejak zaman Rasulullah sampai masa khilafah, pernah menguasai dunia hingga 800 tahun. Bahkan di dalam buku yang di tulis bapak ekonomi dunia Adam Smith, dijelaskan bahwa sistem ekonomi yang paling kuat adalah sistem ekonomi yang dipakai pada masa kejayaan Islam. Sistem ekonomi Islam sangat kuat bertahan dalam kondisi dan keadaan apapun, hal ini dibuktikan dengan berkuasanya Islam selama 800 tahun bahkan 2/3 dunia menjadi wilayah kekuasaan Islam pada saat itu hingga sampai ke Negara eropa.

Ekonomi islam memiliki prinsip yang berbeda. Yang menjadi sebuah keunggulan dari sistem ekonomi islam adalah kebebasan individu, hak terhadap
harta, kesamaan sosial, jaminan sosial, distribusi kekayaan yang merata, larangan menumpuk kekayaan, dan mengedepankan kesejahteraan individu maupuan masyarakat. Hal tersebut menjadikan sistem ekonomi Islam berkarakter kemanusiaan dan tidak bertentangan dengan agama. Keunggulan tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian suatu Negara karena selalu mengedepankan kesejahteraan sosial dan distribusi kekayaan.

Dalam Islam semua individu berhak memiliki kekayaan dan mengembangkan kekayaannya. Tetapi, setiap individu wajib mengeluarkan zakat atas harta yang dimiliki untuk dibagikan kepada orang yang berhak. Dengan demikian kesejahteraan ekonomi akan semakin merata dan kesenjangan sosial akan semakin berkurang. Selain itu juga akan menumbuhkan rasa persaudaraan antar setiap individu.

Dalam penerapan pada bank, ekonomi Islam menawarkan instansi yang disebut bank syariah. Pada bank syariah, harga dan keuntungan ditentukan pada prinsipbagi hasil. Sistem perbankan yang diterapkan dinilai akan dapat saling menguntungkan, menekankan keadilan, investasi yang beretika, berpegang pada nilai kebersamaan dan persaudaraan, serta menghindari hal-hal yang spekulatif dalam transaksi keuangan.

Penyaluran dana pada bank syariah pun lebih aman dan menghindari praktik riba. Sistem penyaluran dana tersebut terdiri dari akad mudharabah (bagi hasil), akad musyarakah (penyertaan modal), dan akad murabahah (jual beli). Sistem penyaluran dana tersebut akan terasa lebih aman dan tidak akan menguntungkan atau merugikan debitor maupun kreditor. Hal seperti itulah yang tidak dimiliki oleh
sistem ekonomi konvensional.

Dengan demikian sistem ekonomi Islam mampu menjadi solusi untuk dunia sebagai sistem yang bisa diterapkan pada perbankan. Sistem ekonomi Islam mampu menawarkan kelebihan yang bisa dicapai dalam perbankan dengan mudah. Dan mampu memberikan keamanan serta keselamatan dunia dan akhirat karena terhindar dari praktik riba yang ada pada bank konvensional. Sistem perbankan syariah pun bisa diterapkan pada orang muslim dan non-muslim. Sistem perbankan syariah cocok diterapkan di dunia terbukti dengan adanya Negara-negara non-muslim yang sudah menerapkan sistem perbankan syariah ini.

Selain penawaran pada sisi perbankan syariah, sistem ekonomi Islam masih banyak menawarkan solusi pada bidang-bidang lain seperti muamalah, siyasah, dan sebagainya. Hal yang berkaitan dengan perekonomian adalah muamalah, karena melibatkan seorang individu dengan individu lainnya. Contoh dari hukum Islam yang berkaitan dengan muamalah adalah sewa menyewa, perserikatan, jual beli, dan sebagainya.

Dalam fikih muamalah, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Misalnya, setiap melakukan hak maupun bertindak tidak boleh menimbulkan kerugian bagi orang lain. Setiap orang yang melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain, baik itu disengaja atau tidak, akan diminta pertanggungjawabannya kelak.

Pada setiap transaksi, terdapat beberapa prinsip dasar yang sudah ditetapkan syarak. Pertama, setiap transaksi mengikat orang (pihak) yang bertransaksi, kecuali transaksi yang sudah jelas melanggar aturan syariat. Kedua, syarat-syarat transaksi dirancang dan dilakukan secara bebas, namun dapat dipertanggungjawabkan. Ketiga, transaksi dilakukan secara suka rela, tanpa ada paksaan antara pihak yang terkait. Dan keempat, transaksi dilakukan atas dasar niat yang baik, sehingga segala bentuk kecurangan dan penipuan dapat dihindari.

Pada muamalah hukum asal dari setiap perbuatan itu boleh (mubah), asal tidak ada dalil yang melarangnya. Misalkan transaksi pada jalan tol yang seiring
berkembangnya zaman semakin canggih hanya dengan menggunakan e-toll. Dengan menggunakan e-toll transaksi pada pengguna jalan tol jadi lebih mudah dan efektif karena pengguna tol hanya menggesekkan kartu e-toll tersebut. Jika ditanya
bagaimana hukum transaksaksi e-toll, maka hal tersebut tidak dilarang dan boleh dilakukan karena tidak ada dalil yang melarang perbuatan tersebut.

Perekonomian itu bersifat dinamis, akan selalu berubah dan berkembangseiring dengan kemajuan IPTEK. Sistem ekonomi Islam cocok diterapkan pada saat ini, karena ekonomi Islam mampu menyesuaikan perkembangan zaman yang terjadi. Prinsip dasar ekonomi Islam selalu menekankan kesejahteraan umum tanpa terkecuali. Dengan pengelolaan factor produksi yang lebih teratur, maka sumber daya alam yang terbatas akan terkelola dengan baik dan kesejahteraan masyarakat pun akan terjamin.

Seiring dengan perkembangan zaman banyak sekali barang-barang yang tidak bermanfaat diperjual belikan di pasar. Hal ini dapat mengurangi nilai guna manfaat terhadap barang dan jasa. Akan tetapi ekonomi Islam mempunyai salah satu landasan yaitu, produksi, konsumsi dan distribusi bukan dilakukan karena mampu, tetapi karena diizinkan dan dihalalkan oleh syariat. Seseorang yang kaya mampu membeli mobil hingga 10 unit, tetapi dengan landasan ekonomi Islam dia akan cukup membeli sesuai dengan kebutuhannya saja.

Dengan menerapkan prinsip ekonomi Islam terjadinya mis utility akan hilang dengan sendirinya. Semua orang akan membeli suatu barang mauoun jasa sesuai dengan kebutuhannya tanpa mengurangi nilai guna manfaat yang didapatkan. Solusi seperti itu yang tidak terdapat pada sistem ekonomi lain, sehingga akan selalu membuat seseorang bersifat konsumtif.

Sistem ekonomi Islam tidak hanya eksklusif untuk umat muslim saja, akan tetapi mencakup semua umat beragama dalam praktknya. Agama Islam merupakan
rahmat bagi seluruh alam semesta beserta isinya. Sistem ekonomi Islam sangat ramah untuk diterapkan dalam skala global. Selalu mementingkan kesejahteran
umum dengan mengedepankan keadilan dan tidak selalu menguntungkan salah satu pihak.

Ekonomi Islam cukup mendapatkan ruang dalam dunia internasional. Hal ini dibuktikn dengan dipakainya prinsip ekonomi Islam pada bank di berbagai Negara eropa. Tercatat Negara-negara besar di Eropa yang mulai menggunakan sistem perbankan syariah, seperti Inggris, Jerman, Italia, dan sebagaiya.
Berkembangnya sistem ekonomi Islam di dunia karena sudah banyak Negara-negara besar yang mengakui bahwa sistem ekonomi Islam dapat menjawab berbagai masalah akibat perkembangan zaman.

Sebenarnya Negara yang sangat diuntungkan dalam hal ini adalah Negara Indonesia yang memiliki warga beragama muslim paling banyak di dunia.
Momentum seperti ini harusnya dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia untuk komitmen menerapkan sistem ekonomi Islam. Di mana jika berhasil menjalankan sistem ekonomi Islam maka Indonesia bisa menguasai perekonomian internasional
dan akan membuat Negara Indonesia semakin maju kedepannya.

Solusi perekonomian dunia pada masa resesi seperti ini adalah perekonomian dengan berlandaskan ekonomi Islam. Selain tahan terhadap krisis
ekonomi, sistem ekonomi Islam juga mampu memberikan kebijakan-kebijakan fiscal maupun moneter dengan berdasar pada Al-Quran dan Hadits. Hal ini dibuktikan dengan kuatnya sistem ekonomi Islam yang mampu menguasai dunia hingga 800 tahun lamanya. Berbagai masalah dapat diselesaikan oleh agama Islam tanpa menguntungkan orang muslim saja, akan tetapi selalu berpegang pada prinsip
keadilan.

Sebagai jalan tengah antara sistem ekonomi sosialis dan ekonomi kapitalis, ekonomi Islam mampu menutupi setiap kekurangan dari kedua sistem tersebut. Dengan prinsip syariatnya, akan selalu menimbulkan kebaikan dan selalu menjauhkan dari kemadaratan. Sistem ekonomi Islam selalu mampu memberikan jalan keluar untuk setiap permasalahan yang ada pada sistem ekonomi lain. Ketika suatu sistem ekonomi lain kualahan dalam mengatasi permasalahan ekonomi, ekonomi Islam selalu muncul untuk memberikan solusi.

Menyikapi perekonomian yang berantakan, ekonomi Islam mampu menjadi pendorong perekonomian dunia. Mempunyai kapabilitas yang tinggi ekonomi Islam merupakan salah satu solusi untuk menjdikan perekonomian kembali pulih. Didukung dengan track recordnya yang mampu menghadapi setiap permasalahan dari zaman Rasulullah sampai zaman khilafah, ekonomi Islam tetap kuat dan kokoh dalam melandasi perekonomian suatu pemerintahan.

Selain mendapatkan keuntungan dunia, ekonomi Islam juga menawarkan keuntungan akhirat. Segala perbuatan yang berlandaskan syariat selalu berdasarkan pada kebaikan. Dan sistem ekonomi Islam tidak pernah bertentangan dengan norma-norma yang ada di masyarakat. Maka dari itu, sistem ekonomi Islam sangat ramah dan cocok diterapkan di Negara manapun dan agama apapun.

Aplikasi ekonomi Islam bukanlah untuk kepentingan umat islam saja. Penilaian sektarianisme bagi penerapan ekonomi Islam seperti itu sangat keliru. Sebab ekonomi Islam selalu mengedepankan prinsip keadilan dan selalu membawa rahmat untuk semua orang. Dan tidak diperuntukkan bagi umat Islam saja. Oleh karena itu ekonomi Islam bersifat inklusif dan bisa dijadikan solusi untuk perekonomian dunia kedepannya.

Ditulis oleh: Soya Angga Arifin Nuha

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *