Refleksi Sejarah : PMII Rayon Ekonomi Adakan Orasi dan Tadarus Puisi

Semarang, 20/10/2021. Lembaga Kajian dan Jurnalistik (eLKJ) Rayon Ekonomi menyelenggarakan acara refleksi dan doa bersama dalam mengenang peristiwa 5 hari di Semarang. Dengan mengusung tema “Banjir Darah 5 hari di Semarang 15-19 Oktober 1945” bertempat di depan kampus 2 UIN Walisongo Semarang. Acara berjalan dengan lancar dan dihadiri semua kader PMII Rayon Ekonomi dengan memakai drescode hitam. Terdapat beberapa serangkain acara yaitu nobar, orasi, puisi, dan doa bersama.

Acara dimulai pukul 21.00 WIB dengan menyanyikan lagu Mars PMII dan Indonesia Raya yang dipimpin oleh sahabat Rizqon. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sinopsis film 5 hari di semarang oleh sahabati Shintia. Dan dilanjutkan dengan nonton bareng film “Pertempuran 5 Hari di Semarang”. Dengan menonton film tersebut kader PMII diharapkan dapat mengenang dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

Acara dilanjutkan dengan orasi tentang peristiwa pertempuran 5 hari di Semarang yang disampaikan oleh sahabat Soya. Dalam orasi tersebut sahabat Soya menyampaikan tentang perjuangan para pahlawan yang telah dilalui saat itu, dan sebagai generasi of chage kita lebih sulit dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan. Dilanjutkan dengan menyuarakan sumpah mahasiswa dan menyanyi lagu darah juang bersama kader PMII. Diakhir orasi, sahabat soya menyampaikan kepada semua kader PMII untuk selalu mengenang jasa para pahlawan, dan menjadikan kemerdekaan yang sesungguhnya.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan beberapa puisi. Puisi pertama berjudul “Siap Sedia” karya Khairi Anwar yg dibacakan oleh sahabat Rizqon. Puisi yang kedua berjudul “Penyeru Perlawanan” karya Deni Prabowo yang dibacakan oleh sahabati Rara dan Sahabati Putri. Puisi yang ketiga berjudul “Sebuah Simbol Pemakaman” karya Sahabati Sofi yang dibacakan oleh Sahabati Sofi dan Sahabati Wulan. Puisi terakhir berjudul “Pulanglah Bung” karya Budi Hio yang dibacakan oleh sahabat Iqbal.

Setelah pembacaan puisi dilanjutkan dengan menyanyi bersama lagu darah juang yang dipimpin sahabat Rizqon. Kemudian acara ditutup dengan doa bersama untuk para pahwalan yang dipimpin oleh sahabat Abdillah. (Anggun Puspitasari)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *