RESENSI: Kastel Lesley (dari Kumpulan Cerpen Juvenilia)

Judul: Kastel Lesley (dari kumpulan cerpen Juvenilia)

Penulis: Jane Austen

Diterjemahkan oleh: Nuraini Mastura

Penyunting: Jia Effendi

Penyelaras Aksara: Nunung Wiyati

Penata aksara: CDDC

Digitalisasi: Elliza Titin Gumalasari

Penerbit: Noura Books (PT Mizan Publika) Anggota IKAPI

Tahun Terbit: 2016

Blurb:

Pernikahan kedua Sir George dengan Lady Lesley akan membentuk keluarga baru. Margaret dan Matilda khawatir ibu tirinya itu akan menghabiskan harta mereka, mengingat gaya hidupnya yang suka berfoya-foya. Yang di khawatirkan oleh Margaret sudah terbukti akan merugikan kesehatan dan hartanya. Jika mereka tidak datang ke Perthshire, Margaret tidak akan bisa memuaskan rasa ingin tahunya dengan memandangi si ibu tiri. Namun, seandainya mereka datang, Matilda tidak akan lagi duduk di kepala meja ayahnya.

Margaret dan Charlotte saling bertukar pesan membicarakan Lady Lesley yang sebentar lagi akan berkunjung ke Kastil Lesley. Kesan seperti apa yang akan diperlihatkan Lady Lesley kepada Margaret?

Review:

Kastel Lesley (Sebuah Novel Tak Tuntas dalam Surat Menyurat), ini sesuatu yang baru buat saya. Sebuah kisah yang disampaikan melalui kumpulan surat.

Saya mengalami kesulitan membedakan siapa yang sedang diceritakan atau siapa yang sedang menulis surat tersebut. Jadi, harus beberapa kali melihat judul agar tahu surat ditujukan untuk siapa atau siapa yang menulis suratnya, dalam penyampaian keseluruhan sangat menarik dan dapat dipahami.

Jane Austen, sudah memiliki ciri khasnya tersendiri dalam setiap kalimat yang ditulisnya. Dan itu selalu membuat candu bagi penikmat fiksi, setiap kata yang yang tertuang dari pikirannya tidak pernah membuat bosan. Kastel Lesley yang disampaikan melalui kumpulan surat, menjadi sangat apik dinikmati dikala senggang karena pembahasannya yang ringan dan jumlah halamannya yang tidak terlalu tebal.

Dalam Kastel Lesley, awalnya saya mengira akan lebih banyak menceritakan tentang kehidupan di sebuah kastel. Ternyata tidak, isi cerita justru kumpulan kisah kehidupan Margaret Lesley dan Miss Charlotte Lutterell sebagai teman baik yang saling bertukar kabar melalui surat.

Saya menyukai satu kutipan dalam surat ke-7, dari Miss C. Lutterell kepada Miss M. Lesley.

“Aku menerima surat darimu dan ibu tirimu dalam minggu ini yang telah sangat menghiburku. Kudapati dari isi surat kalian, betapa kalian sangat iri pada kecantikan satu sama lain. Sungguh aneh ada dua perempuan cantik, walaupun sebetulnya ibu dan anak, tidak bisa berada dalam satu rumah tanpa meributkan tentang wajah mereka. Yakinlah bahwa kalian berdua teramat cantik dan tak perlu meributkan tentang masalah itu”.

Hal itu cukup menjadi tamparan keras bagiku. Seorang perempuan yang sering merasa insecure. Padahal setiap perempuan memiliki sesuatu yang istimewa dalam dirinya.

Untuk karya Jane Austen berjudul kastel lesley, saya rekomendasikan untuk segala kalangan, dengan pembahasannya yang ringan.

Ditulis oleh : Sofiatul Maghfiroh

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *