SAATNYA MAHASISWA AMBIL PERAN DI ERA EKONOMI DIGITAL

Oleh : M. Shodiq al Hakim

“Beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncangkan dunia”, sebuah kutipan dari Bung Karno yang membakar semangat para pemuda. Pemuda memiliki semangat dan berbagai hal lain yang dapat menjadi faktor penting untuk diandalkan untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Oleh karena itu masa depan bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh generasi muda.
Pemuda memiliki peran dan fungsi dalam pembangunan termasuk pula dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Baik dan buruknya suatu negara tergantung bagaimana kualitas pemudanya, terkhusus dari kalangan mahasiswa yang mana digadang-gadang sebagai agen perubahan. Sebagai kaum terdidik yang selalu bergelut dengan ilmu pengetahuan, mahasiwa mempunyai peranan intelektual. Dengan intelektualitasnya, mahasiswa diharapkan dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik bagi Indonesia. Oleh karena itu, sudah seyogyanya mahasiswa tidak hanya belajar memahami mata kuliah yang diajarkan dosen dan mengerjakan tugas kuliah tetapi harus bisa berkontribusi nyata dalam kehidupan. Terlebih di era revolusi industri 4.0 ini, mahasiswa memiliki tuntutan untuk bisa turut mengambil peran di dalamnya dengan membuat karya nyata yang dapat membantu memecahkan masalah masyarakat.
Tak dipungkiri bahwa era revolusi industri 4.0 telah membuat segala hal dapat dikendalikan dari segala tempat melalui jaringan internet. Hal itu semakin memudahkan mobilitas manusia dalam berkegiatan sehari-hari termasuk dalam dunia bisnis, khususnya dalam bidang ekonomi kreatif, sehingga fenomena ini semakin mengukuhkan dunia menuju arah ekonomi digital. Ekonomi digital diantaranya ditandai adanya startup, penggunaan website, pengelolaan produk secara online, serta transaksi online. Mahasiswa yang notabene dalam keseharian telah akrab dengan internet seharusnya dapat membuatnya mudah untuk turut terjun di ekonomi digital tersebut.
Revolusi industri 4.0 dalam hal ini ekonomi digital, selain memberi peluang yang besar juga mengantarkan Indonesia ke pintu persaingan ekonomi yang semakin ketat. Setiap produk lokal yang ada di seluruh wilayah Indonesia harus mampu bersaing di tingkat global. Agar produk yang dihasilkan masyarakat memiliki daya saing, maka pasar online menjadi solusi. Adanya pasar online akan memudahkan dalam memperkenalkan produk kepada konsumen baik nasional maupun internasional. Dengan semikian, sudah saatnya masyarakat Indonesia jangan melulu hanya menjadi konsumen di era kemajuan teknologi ini tetapi harus ambil bagian menjadi kreator. Di sinilah kaum pemuda, khususnya mahasiswa diharapkan dapat menjadi ujung tombak yang membawa Indonesia menuju kemampuan mengikuti arus perkembangan era ekonomi digital agar tidak kalah bersaing di pasar online.
Mengingat kerasnya persaingan, pemuda sebagai penerus bangsa harus lebih berani berani dan mampu turut bersaing era digital ini. Di era revolusi industri 4.0 ini akan banyak sektor-sektor yang terdisrupsi akibat digitalisasi dan robotisasi. Untuk itulah mahasiswa harus mampu beradaptasi dan meningkatkan skill maupun soft skill-nya. Berdasarkan kajian dari World Economic Forum 2016 ada beberapa soft skill yang perlu dikembangkan diantaranya yaitu pemecahan masalah yang komplek, berpikir kritis, kreativitas, manajemen manusia, berkoordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, penilaian dan pengambilan keputusan, orientasi melayani, negosiasi dan fleksibilitas kognitif. Sebagian dari beberapa soft skill tersebut bisa didapatkan dengan aktif berorganisasi. Dengan aktif berorganisasi juga akan mengajarkan mahasiswa tentang pemecahan masalah yang komplek, berkoordinasi dengan orang lain, penilaian dan pengambilan keputusan. Dengan dikuasainya kemampuan-kemampuan tersebut maka ketika mahasiswa lulus ia akan memiliki nilai tambah sebagai sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif yang mampu bersaing di era digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *