SENDER II: Pengetahuan Advokasi dalam Efektabilitas Isu Ekonomi: Polemik Tutupnya TikTok Shop

Teknologi digital telah membawa transformasi besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perekonomian. Peran digital terhadap perekonomian semakin signifikan, menghadirkan berbagai peluang dan tantangan yang perlu dipertimbangkan. Dunia digital khususnya media sosial kini telah menjadi ruang ekonomi yang penting bagi banyak masyarakat baik Indonesia maupun dunia. Salah satu platform e-commerce yang populer adalah TikTok Shop. Namun baru-baru ini muncul polemik adanya penutupan TikTok Shop di beberapa negara, termasuk salah satunya adalah Indonesia. Polemik ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai efektabilitas isu ekonomi di Indonesia dan dunia. Lalu, bagaimana peran advokasi dalam hal ini?.

Penutupan TikTok Shop dapat memberikan dampak ekonomi yang luas kepada berbagai pihak, termasuk pihak penjual, dimana penjual mengandalkan TikTok Shop sebagai platform utama dalam memasarkan produk-produk mereka. Dengan adanya polemik ini, tentu menjadikan para penjual yang menggunakan tiktokshop kehilangan sumber pendapatan dan peluang bisnis yang tentunya mempengaruhi efektabilitas isu ekonomi. Adanya peuntupan tiktkshop juga sangat berpengaruh kepada pembeli, Pembeli yang terbiasa berbelanja di TikTok Shop akan kehilangan akses ke berbagai produk dan harga yang kompetitif. Dengan demikian, adanya pentupan TikTok Shop juga dapat berdampak negatif pada perekonomian digital secara keseluruhan, terutama dalam hal pertumbuhan penjualan online dan penciptaan lapangan kerja.

Bagaimana peran advokasi dalam isu polemic ini?

Dalam menghadapi polemik ini, advokasi dapat memainkan peran penting dalam melindungi hak-hak dan kepentingan berbagai pihak yang terdampak. Berikut beberapa langkah advokasi yang dapat dilakukan:

Mengadakan dialog dan diskusi.
Advokasi dapat dilakukan dengan mengadakan dialog dan diskusi antara berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas pengguna TikTok Shop.

Membuat petisi online.
Advokasi dapat memanfaatkan media sosial untuk membuat petisi online yang mendesak agar TikTok Shop tidak ditutup.

Memberikan edukasi dan informasi.
Advokasi dapat memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat tentang dampak penutupan TikTok Shop dan mendorong mereka untuk terlibat dalam upaya advokasi.

Berkolaborasi dengan organisasi terkait.
Advokasi dapat dilakukan dengan berkolaborasi dengan organisasi terkait, seperti asosiasi e-commerce dan organisasi advokasi konsumen.

  Maka adanya Penutupan TikTok Shop ini merupakan isu ekonomi yang perlu dikaji dan diadvokasi dengan cermat. Advokasi dapat memainkan peran penting dalam melindungi hak-hak dan kepentingan berbagai pihak yang terdampak, serta mencari solusi terbaik untuk semua pihak baik pihak penjual, phak pembeli, mapun perekonomian di indonesia.

Penulis : Sahabat Lavender

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *