Sikap Mahasiswa Terhadap Perubahan

Menjadi seorang pembelajar dan elemen masyarakat, maka mahasiswa memiliki peran yang kompleks dan inklusif sehingga termasuk dalam kelompok agent of change. Dengan fungsi tersebut, dapat dilihat bagaimana peran besar mahasiswa dalam mewujudkan perubahan bangsa. Gagasan dan pemikiran yang cerdas dari mahasiswa mampu merubah paradigma yang berkembang dalam suatu kelompok kemudian menjadikannya terarah sesuai kepentingan bersama.

Sebagai agen perubahan, mahasiswa dianggap memiliki berbagai potensi, akses mudah dalam ilmu pengetahuan serta kemampuan berpikir dalam mempertajam analisis terhadap permasalahan termasuk kondisi sosial. Kesadaran jiwa, peduli dan kepekaan serta mengupayakan untuk membawa perubahan harus dimiliki oleh seorang mahasiswa. Diperlukan gerakan yang pasif dan terus menerus untuk mengubah kondisi menjadi lebih baik kedepannya.

Idealnya, mahasiswa menjadi figur bagi masyarakat, berlandaskan pengetahuan, pola pikir, serta norma-norma yang berlaku disekitarnya. Namun, peran merubah ini tentunya tidak mudah. Realita yang ada tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Tidak semua mahasiswa mampu mengemban peran ini. Mahasiswa cenderung hanya mendalami ilmu di bangku perkuliahan saja tanpa terjun dan berkontak langsung dengan masyarakat. Namun, apabila mahasiswa acuh dan tidak peduli terhadap lingkungan, lalu harapan apa yang patut disematkan pada pundak mahasiswa.

Mahasiswa harus berani menyuarakan kebenaran dan menyampaikan keadilan sehingga semua harapan rakyat dan janji para politisi yang selalu berkoar dengan dalih kesejahteraan atas nama rakyat bisa terealisasikan. Namun, gerakan dan aksi yang berisikan tuntutan  masukkan terhadap suatu keputusan haruslah relevan dan benar-benar memahami isu yang diangkat. Karena untuk mengukur efektivitas dari sebuah gerakan tidak hanya dilihat dari apakah isu itu naik atau dipenuhinya tuntutan. Walaupun segala upaya dalam aksi dikerahkan belum tentu tuntutan tersebut akan dikabulkan jika tidak ada rancangan yang rapi dan sistematis untuk bisa memastikan suatu tuntutan bisa diterima oleh pemerintah.

Perubahan, adalah kata yang diharapkan untuk membawa kemajuan bagi bangsa, dan mahasiswa dituntut untuk merealisasikan perubahan ini. Mahasiswa seharusnya bisa mengimplementasikan kemampuannya di kampus dan di lingkungan sekitarnya sehingga atribut dan status sebagai mahasiswa akan sangat berpengaruh positif. Mahasiswa dapat menjadikan  kampus sebagai miniatur negara untuk tempat belajar sekaligus praktek berbirokrasi melalui organisasi-organisasi yang ada sehingga tidak menjadi mahasiswa yang pasif dan apatis. Karena negara mahasiswa harus mampu bersikap kritis terhadap apa yang terjadi di pemerintahan, kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh aparat negara yang semula ingin mensejahterakan rakyat malah semakin menyengsarakan rakyat.  Sikap kritis mahasiswa sering membuat sebuah perubahan besar dan membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas. Dan hal yang menjadi kebanggaan mahasiswa adalah semangat membara untuk melakukan sebuah perubahan.(Gani Cahyani)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *