Sumbangsih di Pertanyakan, Kaum Muda Menjawab

Banyak kalangan menyebut anak-anak muda zaman sekarang sebagai generasi millennial. Generasi millenial ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi dan internet, berbeda dengan generasi X di mana pengaruh dari teknologi belum terlalu menonjol seperti saat ini. Generasi millennial lahir ketika handphone dan media sosial mulai muncul di Indonesia, sehingga wajar apabila generasi ini lebih melek teknologi dibanding generasi-generasi sebelumnya. Ada pula perbedaan lain yang muncul antara generasi millennial dengan generasi-generasi sebelumnya, yaitu terkait dengan masalah budaya maupun sosial. Ada kecenderungan bahwa generasi millennial lebih toleran dan peka terhadap isu isu terkini.

Mempertanyakan sumbangsih kaum milenial saat ini. Hal itu buntut dari kekesalan Megawati atas aksi unjuk rasa yang berujung perusakan halte TransJakarta beberapa waktu lalu.
Megawati mengungkapkan itu saat memberikan sambutan di acara peresmian beberapa kantor PDIP di daerah yang ditayangkan secara virtual, Rabu (28/10/2020). Megawati heran dengan peristiwa perusakan saat demo itu. Dia lantas meminta ke Presiden Jokowi untuk tidak memanjakan kamu milenial.

“Anak muda kita aduh saya bilang sama presiden, jangan dimanja, dibilang generasi kita adalah generasi milenial, saya mau tanya hari ini, apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi seperti kita bisa viral tanpa bertatap langsung, apa sumbangsih kalian untuk bangsa dan negara ini?,” kata Megawati.

“Masa hanya demo saja, nanti saya dibully ini, saya nggak peduli, hanya demo saja ngerusak, apakah ada dalam aturan berdemo, boleh saya kalau mau debat,” lanjutnya.

Dia mengatakan aksi unjuk rasa turun ke jalan atau demonstrasi memang telah diizinkan sejak reformasi. Tapi menurutnya, tidak sampai merusak fasilitas umum.

“Ada aturan dalam demo diizinkan karena ketika reformasi, kita masuk ke dalam alam demokrasi, ya,” ujarnya.

“Tapi adakah, jawab, aturannya bahwa untuk merusak, nggak ada, kalau ada orang bilang ada bu, mana dia, sini, sini kasih tau sama saya,” lanjut Mega.
Meski begitu, Megawati menyarankan agar sebaiknya menyampaikan aspirasi melalui DPR.

“Saya bilang ngapain sih kamu demo-demo. Kalau enggak cocok ,pergi ke DPR. Di sana ada RDP itu terbuka bagi aspirasi. Kalian ini orang politik atau bukan…. Sekarang kamu bayangkan keluargamu, anak-anakmu dibuat seperti itu. Kalau enggak ada rasa sakit hati, bohong! Manusia sama aja, dibuat Allah SWT itu sama. kita yang membuatnya berbeda. Camkan lho,” ujarnya.

Sebagai generasi millenial tentunya kita menolak tentang bantahan tidak adanya sumbangsih bagi negara,hal itu tidak bisa di benarkan karena dengan aksi turun kejalan lah mahasiswa atau kaum muda ikut menyelesaikan masalah dari caruk maruknya sistem pemerintah, Aksi massa merupakan sikap politik yang ditempuh kaum milenial sebagai respons dari ketidaksehatan rezim dalam mengurus negara, justru generasi milenial banyak menciptakan karya dan berprestasi di berbagai bidang, meskibeberapa waktu lalu ada aksi demo yang berujung pada perusakan sejumlah fasilitas umum, itu tidak dapat dipandang secara umum akibat ulah generasi milenial.

Banyak kontribusi positif yang sudah diberikan anak muda untuk Indonesia, hal itu dilihat dari sudut pandang yang lebih luas. “Kalau kita bicara kontribusi jangan hanya karena satu hal kemarin karena ada demonstrasi kemarin dan kemudian ada terjadi tindakan anarkis kita melihat hanya dari sisi itu saja tentunya sangat tidak adil jika kaum milenial kemudian mendapatkan label hanya sebagai “tukang demo” karena aksi penolakan UU Cipta Kerja hari-hari ini, karena kontribusi anak-anak muda bisa diwjudukan dalam berbagai hal yang tidak bisa disamaratakan dan tidak adil kalau seandainya milenial distereotipkan dengan hanya bisa demo saja.

Generasi Milenial memiliki banyak karya dan inovasi seperti, Pelaku start up, Entrepreneur, lampu seumur hidup yang dibuat dengan memanfaatkan bakteri dan tidak menggunakan listrik, lampu ini ditemukan dan diciptakan oleh tiga orang mahasiswa asal Universitas Brawijaya, penemuan lainnya adalah tempat sampah pintar yang diciptakan oleh mahasiswa asal Universitas Prasetiya Mulya yang dapat mengelompokkan jenis sampah menggunakan sensor.  pengelolaan sampah plastik, dan Kaum muda berprestasi yang siap berkompetisi.

Dari berbagai ulasan tadi, generasi milenial telah terbukti lebih peka dan mempunyai kesadaran yang tinggi tentang sosial dan perekonomian, mereka dapat membuktikan dan mematahkan pendapat bahwa tidak adanya sumbangsih generasi milenial.
Di era saat ini kan tidak mungkin kita bersaing kalau tidak ada SDM yang siap berkompetisi ke sana, Karena cinta negeri adalah barisan milenial penuh prestasi, Kami, generasi milenial, cinta lingkungan, dan memberi sumbangsih nyata untuk tanah air.

Penulis : Iqbal Alaik

(Tidak) Adakah Sumbangsih Milenial?

Esai – Generasi Milenial


https://nasional.kompas.com/read/2020/10/31/saat-megawati-pertanyakan-sumbangsih-kaum-milenial-untuk-negara/
https://news.detik.com/berita/d-5233116/sumbangsih-milenial-untuk-bangsa-dipertanyakan-mega

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *